Sebelum mimmy mati, hati saya sudah bertekad untuk kembali menulis blog tentang mimmy. Hari ini subuh jam 4 pagi, saya masi mendengar mimmy menggonggong kecil. Saya bangun dan bilang sama adik saya, sela untuk kasih mimmy minum dan makan. Karena kondisi nya memang sudah sekarat. Ga bisa bangun, dan makan pun hanya bisa bubur. Itu pun harus disuapin.
Saya teringat ketika awal saya mengambil mimmy dari rumah tante kenalan papa saya, saya mengambil nya pun sambil menangis. Karena saya waktu itu baru kehilangan anjing juga. Moppy dan pinky yang dibuang sama mama papa saya (sampe saya luka batin waktu itu :P). Dan pada saat saya menggendong mimmy, ada bisikan dalam hati saya, suatu saat ketika mimmy mati, saya pun akan menangisi dia. Itu sudah terjadi 18 tahun yang lalu. Ketika saya masih kelas 2 smp.
Banyak pengalaman indah bersama dengannya. Dulu kebanyakan saya yang mengurusi si mimmy. Namun ketika saya menikah, mimmy diurusin sama sela. Dan saya pindah ke bintaro. Namun ketika hamil, saya kembali ke permata buana hingga saat ini. Mimmy udah pernah ikut pindah rumah 2x. Dia pernah hilang di jalan dan akhirnya ditemukan kembali. Dan itu terjadi berkali-kali. Dia pernah sakit hampir mati pun sudah 2x. Pertama karena dia mengalami pendarahan karena dikawinin anjing lain. Kedua kali nya karena kakinya luka dan tampaknya kena pukul anak kampung. Saat itu saya dan keluarga berdoa tumpang tangan. Dan Tuhan berikan kesembuhan. Tuhan berikan kesempatan untuk bersama-sama dengan kami. Tuhan tau, hati saya belum rela untuk melepaskan dia.
Namun sebulan terakhir ini, mimmy mengalami serangan jantung. Saya dan sela sampai takut melihatnya. Tubuhnya kaku hingga melengkung dan mulutnya menganga. Saya pikir, mimmy akan mati saat itu juga. Tapi ternyata enggak. Semenjak itu kondisinya semakin melemah. Dan ia pun buta. Jalan aja susah dan nabrak sana sini. Poop dan buang air kecil dimana-mana. Padahal selama dia sehat, dia termasuk anjing yg bersih. Selalu buang airnya di taman. Ia akan menggonggong untuk minta pintu dibukakan. Saya tau, saya harus merelakan mimmy. Dan saya berdoa untuk yang terbaik yang terjadi.
Kondisi mimmy sminggu terakhir ini semakin menurun drastis, dia ga bisa jalan lagi. Kena serangan jantung pun berkali2. Dokter pun mengatakan bahwa semangat hidup mimmy masih besar. Dan dokter sendiri yg bilang lebih baik pergi secara normal drpd di suntik mati (padahal kita blm ngomong apa2). Dan saya pun setuju untuk mimmy mati secara normal. Lucunya, si ticya beberapa hari ini bisa bye bye ke mimmy. Selalu dia melihat mimmy dan tangannya bye bye mimmy dan mulut kecilnya berkata daah...(^^). Hanya tinggal menunggu waktu saja.
Pagi2, yang pertama kali bilang mimmy mati adalah papa. Trus mama. Lalu saya keluar kamar dan mengecek kondisinya. Nafasnya sudah ga ada lagi. Saya langsung menangis. Tapi saya tau kalo saya sudah rela. Saya sedih karena kehilangan tapi sekaligus saya bersukacita karena mimmy kembali dalam pangkuan Tuhan.
Walaupun hanya seekor anjing, mungkin yang blm pernah memelihara anjing susah untuk mengerti kesedihan saya, Tapi hal itu sama dengan kehilangan orang yang dikasihi.
Ia sudah menjadi keluarga kami selama 18 tahun ini. Ia sudah berbagi suka dan duka bersama kami.
Kenangan bersama mimmy akan selalu hidup didalam ingatan kami.
Terima kasih sudah mendampingi keluarga kami.
Terima kasih sudah menghibur keluarga kami.
Love you so much my doggy..We will miss you...Good bye..

