Monday, April 8, 2013

Out From Comfort Zone


Semenjak kelahiran Ticya, dunia saya penuh dengan warna warni seperti pelangi. Walaupun secara fisik saya suka lelah semenjak punya baby, tapi hidup saya lebih cerah dengan kehadiran buah hati kami. 10 Bulan sudah dilalui bersama semenjak kelahirannya. Dan 10 bulan ini juga saya harus membuat keputusan yang cukup berat untuk diri saya. Saya terpaksa meninggalkan pekerjaan saya sebagai bagian keuangan di sekolahan Springfield. Sudah 8 tahun saya bekerja di sekolah, semenjak saya masih single, pacaran, married hingga punya anak. Saya bekerja 9 jam dari jam 8 pagi hingga 5 sore. Tentu saja itu membuat SF menjadi keluarga ke2 saya.  Saya bersyukur mempunyai tempat pekerjaan yang lingkungannya nyaman bagi diri saya.

Kenapa saya mengambil keputusan ini? Karena suami pengen saya berhenti untuk mengurus ticya di rumah. Plus mama saya yang sangat berperan menjaga ticya selama saya kerja juga mengatakan lelah. Maklum saya ga pake suster, karena sampai saat ini saya masih kurang sreg menggunakan jasa suster. Suami mengharapkan setelah saya melahirkan, saya berhenti bekerja untuk mengurus ticya. Tapi saya tetep ingin bekerja, sampe akhirnya niat untuk berhenti pun muncul. Saya bergumul didalam doa dan memohon supaya Tuhan menunjukkan jalan yang terbaik untuk saya dan keluarga saya. Hingga beberapa tanda telah diberikan dan hati semakin teguh untuk berhenti. Tibalah hari terakhir saya bekerja di SF pada tanggal 15 maret 2013. Jujur, saya sedih berpisah dengan teman-teman lingkungan kerja saya. Dan saya sangat terharu atas perhatian yang mereka berikan pada saya.


Pribadi saya sungguh dibentuk ditempat saya bekerja. Saya menjadi sekarang ini berkat lingkungan saya bekerja juga. Ini lah saat saya melangkah keluar dari zona nyaman dan aman.

Semua teman-teman pada bilang (termasuk atasan2 saya), kalo saya itu tipe yang ga betah di rumah. Dan itu memang benar sekali. Saya berdoa dan mengamati setiap gerak roh  yang ada dalam batin saya, saya lebih baik tetap punya aktivitas kerja. Kalo gak, banyak pikiran-pikiran negative yang timbul.  Dan akhirnya keputusan mencari pekerjaan part time pun saya buat. Saya tetap meluangkan waktu lebih banyak untuk ticya dan saya pun tetap bisa aktualisasi diri. Namun saat didalam pergumulan mencari pekerjaan part time, saya membutuhkan juga bimbingan Tuhan. Pekerjaan seperti apakah yang bisa saya kerjakan. Saat itu saya cukup tertarik menjadi agen properti.  

Dan Tuhanlah yang menunjukkan jalan-Nya. Tidak ada yang kebetulan. Saat saya sedang bersiap tugas lektor, tiba-tiba saya bertemu dengan seorang kenalan saya waktu KEP di ruang sakristi. Beliau mempunyai kantor property. Lalu saya bertanya dan kemudian diajak untuk melihat terlebih dahulu. Ternyata di kantor beliau pun setiap hari diadakan ibadat pagi. Saya melihat saya mempunya visi dan misi yang mirip dan setelah  saya bawakan dalam doa, akhirnya saya memutuskan untuk bergabung. Saya pun teringat akan perkataan sahabat saya, bahwa lebih baik sebagai seorang istri bisa bekerja menghasilkan uang, agar menjadi “back up” ekonomi didalam keluarga. Saya memasuki zona ketidaknyamanan. Saya harus belajar dari 0 lagi, karena property adalah dunia baru bagi saya. Saya tidak menerima salary, semua tergantung dari komisi penjualan saya. Disinilah Tuhan kembali membentuk saya. Plus nama saya berubah menjadi THERESIA LINDA. Karena nama Melinda sudah terpakai dan nama linda pun sudah terpakai. Sehingga baru kali ini saya menggunakan nama babtis saya.

Saya teringat akan kisah Paulus dimana ia dituntun oleh Roh Kudus didalam perjalanannya. Bahkan seringkali terjadi di luar rencana. Tapi Paulus tetap taat mengikuti dorongan Roh Kudus daripada kehendak dirinya. Didalam kehidupan saya pun, saya tidak tau kemana Tuhan akan membawa saya terutama didalam pekerjaan. Lembaran baru telah saya buka dan saya kembali menuliskan kehidupan baru saya mengenai pekerjaan. Tapi saya percaya, saya akan semakin dibentuk menjadi bejana yang indah.

Untuk teman-teman yang mungkin saat ini sedang bergumul juga untuk keluar dari zona nyaman, Semoga Tuhan menunjukkan jalan-Nya dan timbul keberanian didalam melangkah dalam zona ketidaknyamanan, dan bersandar sepenuhnya kepada-Nya.

Tuhan memberkati

-Linda-