Semenjak kelahiran Ticya, dunia
saya penuh dengan warna warni seperti pelangi. Walaupun secara fisik saya suka
lelah semenjak punya baby, tapi hidup saya lebih cerah dengan kehadiran buah
hati kami. 10 Bulan sudah dilalui bersama semenjak kelahirannya. Dan 10 bulan
ini juga saya harus membuat keputusan yang cukup berat untuk diri saya. Saya
terpaksa meninggalkan pekerjaan saya sebagai bagian keuangan di sekolahan
Springfield. Sudah 8 tahun saya bekerja di sekolah, semenjak saya masih single,
pacaran, married hingga punya anak. Saya bekerja 9 jam dari jam 8 pagi hingga 5
sore. Tentu saja itu membuat SF menjadi keluarga ke2 saya. Saya bersyukur mempunyai tempat pekerjaan yang
lingkungannya nyaman bagi diri saya.
Kenapa saya mengambil keputusan
ini? Karena suami pengen saya berhenti untuk mengurus ticya di rumah. Plus mama
saya yang sangat berperan menjaga ticya selama saya kerja juga mengatakan
lelah. Maklum saya ga pake suster, karena sampai saat ini saya masih kurang
sreg menggunakan jasa suster. Suami mengharapkan setelah saya melahirkan, saya
berhenti bekerja untuk mengurus ticya. Tapi saya tetep ingin bekerja, sampe
akhirnya niat untuk berhenti pun muncul. Saya bergumul didalam doa dan memohon
supaya Tuhan menunjukkan jalan yang terbaik untuk saya dan keluarga saya.
Hingga beberapa tanda telah diberikan dan hati semakin teguh untuk berhenti.
Tibalah hari terakhir saya bekerja di SF pada tanggal 15 maret 2013. Jujur,
saya sedih berpisah dengan teman-teman lingkungan kerja saya. Dan saya sangat
terharu atas perhatian yang mereka berikan pada saya.
Pribadi saya sungguh dibentuk
ditempat saya bekerja. Saya menjadi sekarang ini berkat lingkungan saya bekerja
juga. Ini lah saat saya melangkah keluar dari zona nyaman dan aman.
Semua teman-teman pada bilang
(termasuk atasan2 saya), kalo saya itu tipe yang ga betah di rumah. Dan itu
memang benar sekali. Saya berdoa dan mengamati setiap gerak roh yang ada dalam batin saya, saya lebih baik
tetap punya aktivitas kerja. Kalo gak, banyak pikiran-pikiran negative yang
timbul. Dan akhirnya keputusan mencari
pekerjaan part time pun saya buat. Saya tetap meluangkan waktu lebih banyak
untuk ticya dan saya pun tetap bisa aktualisasi diri. Namun saat didalam
pergumulan mencari pekerjaan part time, saya membutuhkan juga bimbingan Tuhan.
Pekerjaan seperti apakah yang bisa saya kerjakan. Saat itu saya cukup tertarik
menjadi agen properti.
Dan Tuhanlah yang
menunjukkan jalan-Nya. Tidak ada yang kebetulan. Saat saya sedang bersiap tugas
lektor, tiba-tiba saya bertemu dengan seorang kenalan saya waktu KEP di ruang
sakristi. Beliau mempunyai kantor property. Lalu saya bertanya dan kemudian
diajak untuk melihat terlebih dahulu. Ternyata di kantor beliau pun setiap hari
diadakan ibadat pagi. Saya melihat saya mempunya visi dan misi yang mirip dan
setelah saya bawakan dalam doa, akhirnya
saya memutuskan untuk bergabung. Saya pun teringat akan perkataan sahabat saya,
bahwa lebih baik sebagai seorang istri bisa bekerja menghasilkan uang, agar
menjadi “back up” ekonomi didalam keluarga. Saya memasuki zona ketidaknyamanan.
Saya harus belajar dari 0 lagi, karena property adalah dunia baru bagi saya.
Saya tidak menerima salary, semua tergantung dari komisi penjualan saya.
Disinilah Tuhan kembali membentuk saya. Plus nama saya berubah menjadi THERESIA
LINDA. Karena nama Melinda sudah terpakai dan nama linda pun sudah terpakai.
Sehingga baru kali ini saya menggunakan nama babtis saya.
Saya teringat akan kisah Paulus
dimana ia dituntun oleh Roh Kudus didalam perjalanannya. Bahkan seringkali
terjadi di luar rencana. Tapi Paulus tetap taat mengikuti dorongan Roh Kudus
daripada kehendak dirinya. Didalam kehidupan saya pun, saya tidak tau kemana Tuhan
akan membawa saya terutama didalam pekerjaan. Lembaran baru telah saya buka dan
saya kembali menuliskan kehidupan baru saya mengenai pekerjaan. Tapi saya
percaya, saya akan semakin dibentuk menjadi bejana yang indah.
Untuk teman-teman yang mungkin
saat ini sedang bergumul juga untuk keluar dari zona nyaman, Semoga Tuhan
menunjukkan jalan-Nya dan timbul keberanian didalam melangkah dalam zona
ketidaknyamanan, dan bersandar sepenuhnya kepada-Nya.
Tuhan memberkati
-Linda-

